Pada tulisan sebelumnya, mimin sudha membahas terkait BAB I Pendahuluan, dan kini kita akan membahas terkait Landasan Teori. Rancangan atau proposal penelitian merupakan sebuah rancangan atau pedoman yang berisi langkah-langkah yang nantinya akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya kedepannya. Dalam proses penyusunan rancangan penelitian, perlu digunakan sumber yang dapat digunakan untuk mendukung serta menguatkan penelitian yang kita miliki.
Penelitian dilakukan dimulai dari ditemukannya sebuah permasalahan. Masalah merupakan “penyimpangan “ dari apa yang seharusnya dengan apa terjadi. Penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan, penyimpangan antara praktek dengan teori, dan penyimpangan antara aturan dan pelaksanaan. Masalah muncul pada waktu dan ruang(tempat) tertentu.
Rancangan penelitian dibuat dengan sistematis dan logis sehingga dapat digunakan sebagai garis besar untuk penelitian berikutnya. Rancangan penelitian disebut sebagai proposal penelitian ang paling tidak berisi 4 komponen utama, Permasalahan, Landasan Toeri, Hipotesis , Metode Penelitian, dan Jadwal Penelitian
Sebelum membahas terkait bagian BAB II, kamu bisa membaca penjelasan BAB I klik disini.
Adapun Sistematika Proposal Penelitian Kuantitatif :
- Latar Belakang masalah
- Identifikasi Masalah
- Batasan Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS
- Deskripsi Teori
- Kerangka Berpikir
- Hipotesis
BAB III METODE PENELITIAN
- Pendekatan Penelitian
- Definisi Operasional
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Teknik Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data.
Dalam artikel ini akan kita bahas penjelasan dari BAB BAGIAN BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS simak penjelasan berikut
Deskripsi Teori
Dalam proposal penelitian, deskripsi teori memainkan peran penting dalam memberikan kerangka konseptual yang mendasari studi yang akan dilakukan. Deskripsi teori ini menjelaskan dasar ilmiah dari penelitian, menghubungkan penelitian dengan pengetahuan yang sudah ada, dan memberikan panduan dalam merancang dan menginterpretasikan hasil penelitian. Berikut adalah elemen-elemen kunci yang biasanya ada dalam deskripsi teori dalam proposal penelitian:
- Pengenalan Teori: Jelaskan teori atau teori-teori yang relevan yang akan digunakan dalam penelitian. Berikan latar belakang singkat mengenai asal-usul dan pengembangannya.
- Konsep Utama dan Definisi: Identifikasi dan definisikan konsep-konsep utama yang terkait dengan teori. Pastikan untuk menjelaskan bagaimana konsep-konsep ini relevan dengan penelitian yang diusulkan.
- Hubungan Antar Konsep: Jelaskan bagaimana konsep-konsep utama dalam teori saling berhubungan. Gunakan diagram atau model jika diperlukan untuk memvisualisasikan hubungan ini.
- Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian: Berdasarkan teori, rumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang spesifik. Jelaskan bagaimana teori mendukung hipotesis atau pertanyaan tersebut.
- Tinjauan Literatur: Integrasikan teori dengan tinjauan literatur yang relevan. Tunjukkan bagaimana penelitian sebelumnya telah menggunakan teori ini dan bagaimana penelitian Anda akan berkontribusi pada pengembangan teori lebih lanjut.
- Relevansi Teori dengan Penelitian: Jelaskan mengapa teori yang dipilih relevan dengan penelitian yang diusulkan. Bagaimana teori ini akan membantu dalam menganalisis data dan menginterpretasikan hasil penelitian?
- Kritik dan Keterbatasan: Diskusikan juga kritik dan keterbatasan dari teori yang digunakan. Hal ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang teori dan potensi tantangan yang mungkin dihadapi.
Dengan menyertakan deskripsi teori yang komprehensif dalam proposal penelitian, peneliti dapat menunjukkan pemahaman yang kuat tentang landasan teoritis yang mendasari penelitian mereka dan bagaimana penelitian tersebut akan berkontribusi pada pengembangan pengetahuan di bidang tersebut.
Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir dalam proposal penelitian adalah penjelasan singkat mengenai hubungan antara konsep-konsep utama yang akan diteliti dan bagaimana penelitian tersebut akan dijalankan berdasarkan teori yang relevan. Kerangka berpikir membantu dalam merumuskan hipotesis dan pertanyaan penelitian serta memberikan arah dalam analisis data. Berikut adalah contoh paragraf yang mendeskripsikan kerangka berpikir dalam sebuah proposal penelitian
Hipotesis
Hipotesis penelitian dalam proposal penelitian adalah pernyataan yang menjelaskan dugaan atau prediksi tentang hubungan antara dua atau lebih variabel yang akan diuji dalam penelitian. Hipotesis ini dibangun berdasarkan kerangka teori dan tinjauan literatur yang mendukung.
Penulisan hipotesis tidak dapat disebut kebenaran. Meskipun kamu merancang hipotesis berlandaskan data yang valid dan kuat. Untuk membuktikan hipotesis ini benar atau tidak, kamu harus melakukan penelitian tersebut. Hasil penelitian akan menunjukkan apakah sesuai dengan hipotesis atau justru menghasilkan temuan baru.
Sekian dulu penjelasan terkait BAB II nantikan penjelasan proposal penelitian untuk bab berikutnya


