Sabtu, April 11, 2026
UPT Jurnal
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
UPT Jurnal
No Result
View All Result

Silent Rejection dan Silent Acceptance: Fenomena Etis dalam Sistem OJS

Wirda Hayani by Wirda Hayani
19 Januari 2026
in Artikel, Opini
0
Silent Rejection dan Silent Acceptance: Fenomena Etis dalam Sistem OJS
0
SHARES
78
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dunia publikasi ilmiah digital, sistem seperti Open Journal Systems (OJS) telah merevolusi proses editorial dengan meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas. Namun, di balik kemudahan teknis tersebut, muncul fenomena yang jarang dibahas secara formal: silent rejection (penolakan diam-diam) dan silent acceptance (penerimaan diam-diam) naskah. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting terkait etika, transparansi, dan keadilan dalam publikasi ilmiah.

Definisi Silent Rejection dan Silent Acceptance

Silent Rejection: Keputusan menolak naskah tanpa memberikan komentar, justifikasi, atau masukan yang jelas kepada penulis.

Silent Acceptance: Keputusan menerima naskah tanpa memberikan evaluasi atau feedback formal, sehingga penulis tidak mengetahui pertimbangan editorial yang mendasari penerimaan.

Fenomena ini muncul terutama pada sistem digital terautomasi seperti OJS, di mana komunikasi antara editor dan penulis sering terjadi melalui platform tanpa tatap muka atau dialog mendalam.

Faktor Penyebab

Beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya silent rejection dan silent acceptance antara lain:

  1. Beban Kerja Editorial

Banyak jurnal memiliki jumlah naskah yang melebihi kapasitas editor dan reviewer. Dalam kondisi ini, keputusan cepat tanpa komentar formal sering dianggap efisien.

  1. Normalisasi Prosedur Digital

Sistem OJS memungkinkan penolakan atau penerimaan naskah dengan satu klik, tanpa mewajibkan pemberian komentar. Hal ini menjadikan silent rejection atau acceptance sebagai praktik yang “biasa” dalam operasional jurnal.

  1. Kepatuhan pada Pedoman Tersirat

Penulis yang tidak sepenuhnya mengikuti pedoman editorial mungkin mengalami penolakan diam-diam. Sebaliknya, penulis yang memenuhi syarat teknis minimal bisa diterima tanpa evaluasi mendalam.

  1. Tekanan Publikasi dan Produktivitas

Beberapa jurnal menggunakan keputusan diam-diam untuk menjaga arus publikasi tetap stabil, sehingga tidak ada hambatan administrasi yang terlihat.

Implikasi Etis

Fenomena silent rejection dan acceptance menimbulkan sejumlah isu etis yang signifikan:

  • Kurangnya Transparansi: Penulis tidak mengetahui alasan penolakan atau dasar penerimaan, sehingga sulit melakukan perbaikan atau pembelajaran.
  • Ketidakadilan Prosedural: Tanpa feedback formal, keputusan editorial bisa terlihat subjektif atau bias, meski alasan sebenarnya mungkin administratif atau teknis.
  • Beban Psikologis Penulis: Penulis sering merasa bingung, frustasi, atau kehilangan motivasi karena tidak menerima umpan balik yang konstruktif.
  • Reduksi Kualitas Akademik: Silent acceptance bisa mendorong publikasi naskah yang belum optimal, karena tidak ada masukan reviewer yang disampaikan secara eksplisit.

Strategi Mengatasi Fenomena

  1. Mewajibkan Komentar Minimal

Jurnal dapat menetapkan bahwa setiap penolakan atau penerimaan naskah harus disertai komentar singkat atau catatan alasan.

  1. Pelatihan Editorial dan Reviewer

Editor dan reviewer perlu diberikan pelatihan untuk menyampaikan feedback singkat tetapi konstruktif, meski jumlah naskah besar.

  1. Transparansi Proses melalui Dashboard OJS

Sistem dapat menampilkan status naskah, alasan penolakan, atau saran perbaikan secara otomatis untuk meningkatkan kejelasan bagi penulis.

  1. Evaluasi Berkala Prosedur Editorial

Manajemen jurnal harus melakukan audit internal untuk memastikan silent rejection dan acceptance tidak menjadi norma, melainkan pengecualian.

WH. 

Tags: OJSOpen Journal Systems (OJS)silentacceptancesilentrejection
Previous Post

Pengaruh Penggunaan Domain Akademik (.ac.id, .edu) terhadap Kepercayaan Penulis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Silent Rejection dan Silent Acceptance: Fenomena Etis dalam Sistem OJS
  • Pengaruh Penggunaan Domain Akademik (.ac.id, .edu) terhadap Kepercayaan Penulis
  • Kesalahan Penamaan File dan Dampaknya terhadap Keputusan Awal Editor
  • Panduan Mendapatkan Referensi Jurnal Ilmiah Gratis dan Legal
  • Perbedaan Fungsi dan Peran e-ISSN dan p-ISSN dalam Identitas Jurnal Ilmiah

Komentar Terbaru

    LOGO-UMSU-2020 (2) Rev

    Kampus Utama

    Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
    Fax : 061- 6625474

    Kampus Kedokteran

    Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telp. 061-7350163, 7333162
    Fax.061-7363488

    Kampus Pascasarjana

    Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
    Telp : 061-88811104

    © 2020 UMSU - Unggul Cerdas Terpercaya

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Blog
    • Contact
    • Profil
    • Struktur Pengelola
    • Visi dan Misi

    © 2024 UPT Jurnal - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara UMSU.