Apa lagi sih Komponen Penilaian Akreditasi Jurnal Ilmiah?—Sebelumnya, kita sudah membahas terkait dua komponen pertama dalam penilaian akreditasi jurnal ilmiah. Nah, kali ini kita akan bahas lagi terkait komponen penilaian berikutnya yang juga tidak kalah penting untuk dipahami oleh para pengelola jurnal.
Apa aja sih komponen berikutnya?
Penilaian Penyuntingan dan Manajemen Jurnal
Bicara soal manajemen jurnal, sudah pasti para pengelola jurnal tidak asing dengan istilah mitra bestari atau peer review dan segala proses yang dimulai dari penyuntingan hingga tahap penerbitan. Dalam mengelola jurnal, terdapat alur yang harus dilalui sebelum akhirnya sebuah artikel terbit di OJS. Bagian manajemen jurnal ini juga mendapat perhatian khusus dari asesor dalam menilai sebuah jurnal ilmiah. Ada kriteria yang dijelaskan dalam panduan penilaian akreditasi jurnal ilmiah terkait dengan penyuntingan dan manajemen jurnal. Kriteria tersebut antara lain:
- Keterlibatan Mitra Bestari
Dalam proses manajemen jurnal, keterlibatan mitra bestari sangat diperlukan sebab mitra bestari ini yang akan melakukan proses review terhadap artikel mana yang lolos dan layak untuk diterbitkan. Penilaian artikel ini harus dilakukan oleh reviewer yang memang ahli di bidang yang sesuai dengan focus and scope dari jurnal tersebut dan berasal dari berbagai institusi.
Terkait dengan mitra bestari ini, reputasinya juga harus diperhitungkan sebab hal ini menjadi penilaian dari asesor jurnal. Reputasi kepakaran mitra bestari ini dinilai melalui jumlah publikasi di jurnal ilmiah bereputasi, keseringan karya yang dimilikinya dikutip oleh banyak orang, keterlibatannya dalam forum ilmiah internasional, serta kesesuaiannya dengan bidang ilmu jurnal yang bersangkutan.
- Mutu Penyuntingan Substansi
Komentar yang diberikan oleh mitra bestari terkait naskah yang direview-nya juga mendapat perhatian dari pihak asesor. Saran ataupun revisi yang diberikan akan dikategorikan bernilai baik jika mitra bestari fokus pada penilaian substansi artikel bukan pada layout maupun font.
- Kualifikasi Anggota Dewan Penyunting
Editorial Board atau Dewan Penyunting juga menjadi sorotan bagi pihak asesor dalam menilai sebuah jurnal ilmiah. Oleh karena itu, kualifikasi dari anggota dewan penyunting harus mendapat perhatian bagi para pengelola jurnal. Dewan penyunting harus berasal paling sedikit dari 2 institusi berbeda dengan kepakaran yang sesuai cakupan ilmu jurnalnya.
- Petunjuk Penulisan bagi Penulis
Petunjuk penulisan bagi penulis (author guideline) harus dijelaskan secara jelas dan rinci sehingga gaya selingkung jurnal ilmiah dapat dipertahankan. Penjelasan setiap bab hingga subbab artikel harus rinci, jelas, dan lengkap sehingga setiap artikel yang terbit memiliki konsistensi gaya selingkung. Disarankan untuk para pengelola jurnal agar menyediakan file template berbentuk digital yang dapat didownload dengan mudah oleh setiap penulis di OJS.
- Mutu Penyuntingan Gaya dan Format
Hal ini berkaitan dengan poin sebelumnya terkait format artikel yang terbit. Dewan editor harus konsisten dalam mempertahankan gaya selingkung sebab hal ini menjadi salah satu penilaian asesor.
- Manajemen Jurnal Ilmiah
Setiap alur penerbitan jurnal ilmiah yang dilakukan secara efektif dan efisien dalam OJS mendapat nilai tinggi dari pihak asesor. Proses seperti registrasi pengguna, pengiriman, penelaahan, penyuntingan naskah dan sebagainya dilakukan di OJS secara benar dan berurutan agar nilai yang didapatkan tinggi.
| Sub-unsur | Indikator | Nilai | |
| Pelibatan Mitra Bestari | a | Melibatkan mitra bestari berkualifikasi internasional >50% (dari total mitra bestari) dengan asal negara lebih dari 4 | 6 |
| b | Melibatkan mitra bestari berkualifikasi internasional >50% (dari total mitra bestari) dengan asal negara dari 2 hingga 3 negara | 4 | |
| c | Melibatkan mitra bestari berkualifikasi internasional >50% (dari total mitra bestari) yang berasal dari beberapa institusi dari dalam negeri | 2 | |
| d | Melibatkan mitra bestari dari institusi yang sama | 1 | |
| e | Tidak melibatkan mitra bestari | 0 | |
| Mutu Penyuntingan Substansi | a | Baik sekali. Mitra bestari melakukan penilaian naskah secara ketat, memberikan catatan dan saran perbaikan secara substantive sehingga mutu isi artikel terjaga | 3 |
| b | Baik. Mitra bestari melakukan penilaian, pemberian catatan serta saran perbaikan seperlunya | 2 | |
| c | Tidak baik. Mitra bestari tidak nyata dampak kinerjanya atau catatan saran perbaikan hanya masalah bahasa dan layout | 0 | |
| Kualifikasi Dewan Penyunting | a | Lebih dari 50% dari total dewan penyunting berkualifikasi internasional dan berasal dari 4 negara atau lebih | 5 |
| b | Kurang dari 50% dari total dewan penyunting berkualifikasi internasional dan berasal dari 2 hingga 3 negara | 3 | |
| c | Lainnya yang belum berpengalaman menulis artikel di jurnal ilmiah internasional dan berasal dari 2 institusi berbeda | 1 | |
| Petunjuk Penulisan bagi Penulis | a | Rinci, lengkap, dan jelas secara substantif, sistematis, dan tersedia contoh format template | 1 |
| b | Kurang lengkap dan kurang jelas | 0,5 | |
| c | Tidak ada | 0 | |
| Mutu Penyuntingan Gaya dan Format | a | Baik sekali dan konsisten antar terbitan dan antar artikel | 2 |
| b | Kurang baik dan kurang konsisten antar terbitan dan antar artikel | 1 | |
| c | Tidak baik atau tidak konsisten antar terbitan dan antar artikel | 0 | |
| Manajemen Jurnal Ilmiah | a | Menggunakan manajemen penyuntingan secara daring dan penuh | 2 |
| b | Menggunakan manajemen penyuntingan secara kombinasi antara daring dan surat elektronik | 1 | |
| c | Menggunakan manajemen penyuntingan melalui surat elektronik saja | 0,5 | |


