Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang baru pertama kali mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah, istilah seperti Editor in Chief, Journal Manager, Editorial Board, dan Reviewer mungkin terdengar asing. Tidak sedikit pula yang menganggap semua orang yang terlibat dalam pengelolaan jurnal memiliki tugas yang sama. Padahal, setiap posisi memiliki tanggung jawab yang berbeda dan saling melengkapi agar proses publikasi berjalan secara profesional, transparan, dan berkualitas.
Lalu, siapa sebenarnya yang melakukan apa dalam sebuah jurnal ilmiah? Mari kita mengenal struktur tim pengelola jurnal ilmiah berikut ini.
Editor in Chief: Pemimpin Tertinggi Jurnal
Editor in Chief (EiC) merupakan pemimpin utama dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Posisi ini bertanggung jawab atas arah, kualitas, serta reputasi jurnal secara keseluruhan. Seorang Editor in Chief memastikan bahwa seluruh proses editorial berjalan sesuai standar etika publikasi dan kebijakan jurnal.
Tugas utama Editor in Chief meliputi:
- Menentukan kebijakan dan ruang lingkup jurnal.
- Melakukan seleksi awal terhadap naskah yang masuk.
- Menunjuk editor atau reviewer yang sesuai dengan bidang keilmuan artikel.
- Mengambil keputusan akhir apakah suatu artikel diterima, direvisi, atau ditolak.
- Menjaga integritas ilmiah dan kualitas publikasi jurnal.
Dengan kata lain, Editor in Chief adalah pengambil keputusan akhir dalam proses penerbitan artikel.
Journal Manager: Pengelola Operasional Jurnal
Jika Editor in Chief berperan sebagai pemimpin akademik, maka Journal Manager bertugas mengelola aspek operasional jurnal. Posisi ini memastikan seluruh proses administrasi dan teknis berjalan dengan baik sehingga penerbitan jurnal dapat dilakukan tepat waktu.
Beberapa tugas Journal Manager antara lain:
- Mengelola sistem jurnal elektronik (misalnya Open Journal Systems/OJS).
- Memastikan alur pengiriman artikel berjalan lancar.
- Berkomunikasi dengan penulis, editor, dan reviewer terkait proses publikasi.
- Menjadwalkan penerbitan setiap edisi jurnal.
- Mengelola metadata artikel, DOI, pengindeksan, dan kebutuhan administrasi lainnya.
Tanpa Journal Manager, proses editorial akan sulit berjalan secara efektif karena banyak aspek teknis yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Section Editor: Editor yang Menangani Proses Review Artikel
Section Editor atau Editor Bagian merupakan editor yang bertanggung jawab mengelola naskah pada bidang atau bagian tertentu sesuai dengan keahliannya. Dalam banyak jurnal ilmiah, Section Editor menjadi orang yang paling sering berinteraksi dengan artikel setelah lolos seleksi awal dari Editor in Chief.
Tugas utama Section Editor meliputi:
- Melakukan evaluasi awal terhadap kualitas substansi naskah.
- Menentukan reviewer yang sesuai dengan topik penelitian.
- Mengelola seluruh proses peer review, mulai dari mengirim undangan reviewer hingga memantau penyelesaian review.
- Mengevaluasi hasil penilaian reviewer dan memberikan rekomendasi kepada Editor in Chief.
- Memastikan penulis melakukan revisi sesuai dengan masukan reviewer.
- Menjaga agar proses editorial berlangsung objektif, adil, dan tepat waktu.
Meskipun Section Editor memiliki peran besar dalam menangani artikel, keputusan akhir mengenai diterima atau ditolaknya sebuah naskah umumnya tetap berada di tangan Editor in Chief. Dengan demikian, Section Editor berperan sebagai pengelola proses editorial sehari-hari yang memastikan setiap artikel melalui tahapan penelaahan ilmiah secara baik dan sesuai standar jurnal.
Reviewer: Penilai Kualitas Artikel
Reviewer merupakan pakar yang ditunjuk untuk menilai kualitas ilmiah suatu naskah secara objektif. Mereka bekerja secara independen dan biasanya menggunakan sistem peer review untuk memberikan penilaian terhadap artikel.
Tugas reviewer meliputi:
- Menilai kebaruan (novelty) penelitian.
- Mengevaluasi metodologi penelitian.
- Memeriksa ketepatan analisis dan pembahasan.
- Memberikan saran perbaikan kepada penulis.
- Merekomendasikan apakah artikel layak diterbitkan, direvisi, atau ditolak.
Perlu dipahami bahwa reviewer tidak memiliki kewenangan untuk menerima atau menolak artikel secara langsung. Mereka hanya memberikan rekomendasi, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan Editor in Chief atau editor yang ditunjuk.
Bagaimana Alur Kerja Mereka?
Keempat peran tersebut saling terhubung dalam proses publikasi jurnal. Secara sederhana, alurnya adalah sebagai berikut:
- Penulis mengirimkan artikel melalui sistem jurnal.
- Journal Manager memeriksa kelengkapan administrasi dan memastikan naskah masuk ke sistem.
- Editor in Chief atau editor melakukan seleksi awal (desk review).
- Artikel yang lolos dikirim kepada reviewer sesuai bidang keahlian.
- Reviewer memberikan hasil evaluasi beserta rekomendasi.
- Editor mempertimbangkan hasil review dan menetapkan keputusan.
- Jika diterima, artikel masuk ke tahap penyuntingan, tata letak, hingga akhirnya diterbitkan.
Setiap tahapan dirancang untuk memastikan bahwa artikel yang dipublikasikan telah memenuhi standar ilmiah, etika publikasi, dan kualitas akademik yang ditetapkan jurnal.
Publikasi jurnal ilmiah bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan kolaborasi berbagai pihak yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi. Editor in Chief bertanggung jawab atas kebijakan dan keputusan akhir, Journal Manager mengelola operasional jurnal, Editorial Board menjaga kualitas akademik dan memberikan pertimbangan ilmiah, sedangkan Reviewer memastikan setiap artikel telah memenuhi standar keilmuan sebelum diterbitkan.

