Bagi mahasiswa yang ingin mengabadikan tulisan ilmiahnya di jurnal, kerap kali menemukan kesulitan agar tulisannya dapat dilirik dan disukai oleh reviewer. Sering kali reviewer akan menilai pertama kali tulisan yang masuk ke dalam jurnal melalui judulnya. Akibat banyaknya artikel yang masuk, umumnya reviewer memulai pemilihan dari judul artikel. Jika artikel yang masuk memiliki judul yang unik dan baru, setelahnya reviewer baru membaca abstrak dan isinya.
Judul sebuah tulisan menggambarkan intisari dari isi tulisan. Para penulis kerap mengabaikan tentang pentingnya sebuah judul untuk menarik dan unik. Padahal, pembaca khususnya reviewer yang akan menilai tulisan kita akan menyoroti judul sebelum menilik isinya.
Lalu, bagaimana strategi agar judul penelitian kita dapat menarik dan lolos untuk diterbitkan?
Langkah Pertama—pikirkan terlebih dahulu, apa yang membuat penelitianmu unik?
Sebuah penelitian memiliki sifat terbarukan atau mengangkat versi terbaru dari penelitian-penelitian terdahulu. Jika penelitian yang dilakukan sudah pernah dibahas atau diteliti sebelumnya, tentu akan berujung pada plagiarisme. Boleh saja jika peneliti ingin membahas topik yang sudah pernah diteliti sebelumnya. Namun, pastikan bahwa yang dilakukan saat ini adalah versi terbarukan dari yang sebelumnya, atau penelitian saat ini mengatasi kekurangan dari yang sebelumnya.
Langkah Kedua—temukan inspirasi melalui artikel yang sudah terbit
Inspirasi dan plagiarisme adalah dua kata yang maknanya jauh berbeda. Di artikel yang lalu, kita sudah membahas cara memanfaatkan jurnal mentor dalam menyusun skripsi. Langkah ini juga mirip dengan langkah tersebut. Kamu bisa manfaatkan judul dari beberapa artikel yang sudah terbit dan merangkai milikmu sendiri dari sana. Ingat, kamu bukan menjiplak. Judul artikel tersebut hanya memberikan gambaran terkait bagaimana kamu akan merangkai kalimat yang pas untuk judulmu.
Langkah Ketiga—pastikan judul sudah menonjolkan poin penting dari penelitian
Untuk langkah ini, kamu tentu harus sudah mengetahui poin penting apa yang ada di dalam penelitianmu. Biasanya artikel akan menggunakan jenis metode penelitian untuk digunakan dalam judul. Selain itu, banyak penulis yang juga menggunakan lokasi dari penelitiannya di dalam judul. Kamu juga bisa meletakkan variabel penelitianmu ke dalam judul.
Ketiga langkah di atas dapat diterapkan dalam merangkai judul penelitian yang akan kamu buat. Jika penelitian yang dibuat sudah menarik, unik, dan terbarukan, maka langkah terakhir adalah mencoba menentukan bagaimana agar pembaca khususnya reviewer penasaran sehingga mereka bersedia untuk membaca hingga akhir. Selain cara di atas, kamu juga bisa meminta bantuan dari dosen pembimbing untuk memberikan saran bagaimana agar judul penelitianmu menarik dan menggugah rasa ingin tahu pembaca. Tentunya, dengan langkah yang kamu terapkan di atas sekaligus ilmu dan pengalaman yang dimiliki dosen pembimbing akan membuat judulmu berkualitas dan menarik minat reviewer sehingga lolos untuk diterbitkan. Selamat mencoba!


