Menulis artikel untuk jurnal yang terindeks Scopus membutuhkan lebih dari sekadar topik penelitian yang menarik. Reviewer juga akan memperhatikan kekuatan metodologi, kebaruan, kedalaman pembahasan, serta kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan penulis adalah pemilihan model riset. Terdapat berbagai pendekatan yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan penelitian. Tiga model yang banyak digunakan dalam publikasi ilmiah adalah Riset Empiris, Riset Konseptual, dan Systematic Literature Review (SLR).
-
Riset Empiris
Riset empiris merupakan penelitian yang menggunakan data atau bukti yang diperoleh secara langsung melalui observasi, survei, wawancara, eksperimen, pengukuran, maupun sumber data sekunder.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji suatu hubungan, pengaruh, perbedaan, atau fenomena berdasarkan data yang dapat dianalisis secara sistematis.
Contohnya adalah penelitian yang menguji pengaruh penggunaan suatu model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa, menganalisis hubungan antara kepemimpinan dan kinerja pegawai, atau menguji faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen.
Dalam riset empiris, reviewer akan memperhatikan beberapa aspek penting, seperti:
- Kejelasan rumusan masalah dan hipotesis.
- Kesesuaian desain penelitian dengan tujuan penelitian.
- Kualitas dan karakteristik data.
- Validitas dan reliabilitas instrumen.
- Ketepatan teknik analisis.
- Kejelasan penyajian hasil penelitian.
- Kontribusi temuan terhadap penelitian sebelumnya.
Semakin kuat data dan semakin tepat metode yang digunakan, semakin jelas pula dasar peneliti dalam menarik kesimpulan.
-
Riset Konseptual
Berbeda dengan riset empiris yang berfokus pada pengumpulan dan analisis data, riset konseptual berfokus pada pengembangan gagasan, konsep, model, kerangka pemikiran, atau perspektif baru berdasarkan teori dan penelitian terdahulu.
Riset konseptual dapat digunakan ketika peneliti ingin mengembangkan kerangka konseptual baru, mengintegrasikan beberapa teori, mengidentifikasi kesenjangan dalam literatur, atau menawarkan perspektif baru terhadap suatu permasalahan.
Kekuatan utama riset konseptual terletak pada argumentasi ilmiah dan kebaruan gagasan. Oleh karena itu, peneliti perlu memiliki landasan teori yang kuat dan mampu menunjukkan bagaimana gagasan yang ditawarkan berbeda atau melengkapi pengetahuan yang telah ada.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam riset konseptual antara lain:
- Penguasaan terhadap teori dan literatur yang relevan.
- Identifikasi research gap yang jelas.
- Argumentasi yang logis dan sistematis.
- Kejelasan konsep atau model yang ditawarkan.
- Kebaruan dan relevansi gagasan.
- Implikasi teoritis maupun praktis.
Riset konseptual yang kuat bukan sekadar merangkum teori, tetapi mampu menghasilkan pemikiran atau kerangka baru yang dapat menjadi dasar bagi penelitian berikutnya.
-
SLR (Systematic Literature Review)
Systematic Literature Review (SLR) merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian-penelitian terdahulu secara sistematis berdasarkan prosedur yang telah ditentukan.
SLR berbeda dengan tinjauan pustaka biasa. Dalam SLR, proses pencarian literatur, pemilihan artikel, penyaringan, hingga analisis dilakukan menggunakan prosedur yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peneliti biasanya menetapkan pertanyaan penelitian terlebih dahulu, menentukan database dan kata kunci pencarian, menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan proses screening, kemudian menganalisis serta mensintesis artikel yang memenuhi kriteria.
Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam SLR adalah PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk membantu melaporkan proses identifikasi, penyaringan, dan pemilihan studi secara transparan.
Kualitas SLR dapat diperkuat dengan:
- Pertanyaan penelitian yang spesifik.
- Strategi pencarian literatur yang jelas.
- Kriteria inklusi dan eksklusi yang terukur.
- Database dan kata kunci yang relevan.
- Proses screening yang transparan.
- Analisis dan sintesis literatur yang mendalam.
- Identifikasi research gap dan agenda penelitian selanjutnya.

