Tinjauan pustaka yang rapi belum tentu dapat dipercaya jika proses pemilihan artikelnya tidak dapat ditelusuri. Pembaca ingin tahu bukan hanya artikel apa yang dipilih, tetapi juga bagaimana dan mengapa artikel itu dipilih. Jika alasan pemilihan tidak dijelaskan, pembaca sulit menilai apakah kesimpulan tinjauan benar-benar mewakili literatur yang tersedia atau justru dipengaruhi pilihan peneliti.
Risiko ini muncul ketika peneliti mengumpulkan ratusan artikel dari beberapa database, tetapi tidak mencatat artikel mana yang dikeluarkan dan apa alasannya. Ketika proses seleksi dipertanyakan, peneliti akhirnya hanya mengandalkan ingatan, bukan catatan yang dapat diperiksa. Padahal, jumlah artikel pada setiap tahap membantu pembaca memahami bagaimana seleksi dilakukan. Risiko tersebut dapat dikurangi dengan pencatatan sejak pencarian pertama.
1. Mengapa Seleksi Artikel Harus Transparan
Systematic Literature Review (SLR) adalah tinjauan literatur yang menggunakan pertanyaan penelitian, kriteria pemilihan, dan prosedur yang ditetapkan secara terencana. Hasilnya perlu dilaporkan secara transparan agar pembaca dapat menilai proses yang dilakukan. PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) merupakan pedoman pelaporan, bukan metode pencarian atau metode tunggal untuk menjalankan SLR. PRISMA 2020 menyediakan checklist 27 butir dan diagram alir untuk membantu peneliti melaporkan informasi penting, termasuk proses pencarian dan seleksi artikel.
2. Cara Mengurangi Risiko dalam Seleksi Artikel
Mulailah dengan merumuskan pertanyaan penelitian, menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi (misalnya rentang tahun, bahasa, dan jenis publikasi), lalu menyusun kata kunci untuk dicari di beberapa database seperti Scopus, Google Scholar, atau Garuda. Kata kunci dapat dikombinasikan dengan operator seperti AND dan OR agar hasil pencarian lebih terarah. Catat kata kunci, database, dan tanggal pencarian sejak awal, karena semuanya harus dilaporkan pada bagian metode. Dengan catatan ini, peneliti lain dapat mengulang pencarian yang sama dan memeriksa apakah hasilnya serupa.
Selanjutnya, laporkan seleksi artikel dalam diagram alir PRISMA 2020 yang memiliki tiga tahap: Identification (artikel yang ditemukan dari database dan duplikat yang dihapus), Screening (penyaringan judul dan abstrak, lalu pembacaan teks lengkap beserta alasan eksklusi), dan Included (artikel yang akhirnya dianalisis). Setiap kotak berisi jumlah artikel, sehingga pembaca dapat menelusuri berapa banyak yang masuk dan keluar pada setiap tahap. Alasan eksklusi pada tahap teks lengkap sebaiknya dikelompokkan, misalnya tidak sesuai topik, bukan artikel penelitian, atau teks lengkap tidak tersedia, agar mudah dibaca. Jika memungkinkan, libatkan lebih dari satu penilai pada tahap penyaringan untuk mengurangi bias pribadi.
Misalnya, pencarian di dua database menghasilkan 420 artikel, lalu 80 duplikat dihapus sehingga tersisa 340 artikel untuk disaring berdasarkan judul dan abstrak. Dari penyaringan itu, 280 artikel dikeluarkan karena tidak relevan dan 60 artikel dibaca teks lengkapnya. Dari 60 artikel tersebut, 35 dikeluarkan beserta alasannya, sehingga 25 artikel masuk ke analisis akhir. Jumlah pada setiap kotak harus dapat dihitung ulang dari kotak sebelumnya agar diagram tetap konsisten.
Excel dapat dipakai untuk mencatat daftar artikel, status seleksi, dan alasan eksklusi, misalnya dengan kolom judul, penulis, tahun, database, keputusan, dan alasan. Aplikasi referensi seperti Zotero atau Mendeley membantu menghapus duplikat dan menyimpan data artikel, sehingga peneliti tidak perlu memeriksanya satu per satu. Templat diagram alir PRISMA 2020 dapat diunduh dari situs resmi PRISMA dan tinggal diisi dengan angka dari catatan tersebut. Dengan begitu, diagram yang dilaporkan benar-benar mencerminkan proses seleksi yang dilakukan.
3. Apa Risikonya Jika Seleksi Tidak Jelas?
Jika proses seleksi tidak dicatat dengan baik, pembaca akan kesulitan menelusuri alasan suatu artikel dimasukkan atau dikeluarkan. Angka yang tidak konsisten, alasan eksklusi yang tidak dicatat, dan diagram alir yang tidak sesuai dengan proses sebenarnya dapat mengurangi kepercayaan terhadap tinjauan. Karena itu, periksa kembali jumlah pada setiap tahap dan pastikan alasan pengeluaran artikel dicatat sebelum naskah dipublikasikan.
SLR yang dilaporkan dengan PRISMA bukan sekadar menambahkan diagram ke dalam naskah. Yang terpenting adalah memastikan setiap artikel dipilih atau dikeluarkan berdasarkan kriteria yang jelas dan prosesnya tercatat. Diagram hanya merangkum proses yang benar-benar dilakukan. Dengan pertanyaan penelitian yang terarah, pencatatan yang rapi, dan alasan seleksi yang transparan, tinjauan akan lebih mudah diperiksa dan dipertanggungjawabkan.

