Bagi mahasiswa akhir tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah skripsi. Skripsi menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa agar mendapat gelar Strata-1/S1. Momen penggarapan skripsi ini menjadi momen yang cukup memberatkan sekaligus masa-masa sulit yang harus dilalui. Alasan kesulitan tersebut adalah karena skripsi merupakan hal yang sulit untuk dibuat.
Kebanyakan mahasiswa kebingungan sebab mereka terkadang belum mengetahui topik apa yang ingin dibahas dalam penelitian. Lalu, saat mereka sudah menemukan topik penelitian yang ingin dibahas, kesulitan berikutnya adalah menemukan referensi yang sesuai. Untuk referensi ini, tak jarang mahasiswa harus mengumpulkan 10 hingga 15 artikel ilmiah dari jurnal-jurnal bereputasi untuk sekadar sebagai pendamping dalam pengajuan judul skripsi.
Kesulitan tersebut belum berakhir di situ, mahasiswa juga harus berpikir keras dalam menyusun setiap bab yang ada di skripsi. Tak banyak mahasiswa seolah kehilangan kosakata untuk mendeskripsikan latar belakang penelitian, tujuan penelitian, hingga metode serta hasil dari penelitian. Lalu, jika sudah begini apakah tidak ada cara mudah dalam menyusunnya?
Jawabannya, tentu ada.
Skripsi memang sulit untuk diselesaikan, namun bukan berarti skripsi menjadi hal yang mustahil untuk diselesaikan. Sebelum membahas tips untuk mempermudah pengerjaan skripsi, mari berkenalan dengan istilah Jurnal Mentor terlebih dahulu.
Jurnal Mentor merupakan sebuah artikel yang dijadikan “mentor” atau pedoman dalam penyusunan skripsi. Artikel yang dijadikan mentor haruslah memiliki topik penelitian yang sama dengan topik yang akan diteliti. Artikel ini yang akan dijadikan panduan dalam penyusunan setiap bab skripsi yang akan dibuat. Oleh karena itu, pastikan bahwa artikel yang dijadikan mentor merupakan artikel yang terbit di jurnal terakreditasi dan bereputasi agar penelitian yang dibuat menjadi lebih valid dan berkualitas.
Lalu, bagaimana cara untuk memanfaatkan jurnal mentor tersebut?
Langkah Pertama—temukan artikel yang punya topik penelitian dengan variabel berbeda
Jika skripsi yang ingin dibuat mengambil tema “Penggunaan Media Pembelajaran Inovatif dalam Pengajaran Simple Past Tense” maka kata kunci ataupun frasa yang dapat digunakan untuk mencari artikel yang dijadikan mentor dapat berupa “Penggunaan media pembelajaran inovatif dalam pembelajaran grammar” atau bisa juga “penggunaan media pembelajaran inovatif dalam materi matematika”. Poin pentingnya adalah artikel tersebut haruslah menyangkut tema media pembelajaran inovatif. Dengan begini, kita akan punya gambaran terkait arah penelitian yang akan dikerjakan nantinya.
Langkah Kedua—pahami isi artikel mentor lalu kupas setiap bagian dalam artikel
Saat kita sudah menemukan artikel yang dijadikan mentor, mulailah membaca keseluruhan isi artikel. Jika sudah terbiasa dalam membaca artikel, maka kita bisa menggunakan cara yang lebih cepat dengan langsung membedah satu persatu setiap bagian artikel. Sebagai contoh, kita bisa memanfaatkan bagian pendahuluan di artikel mentor untuk menyusun latar belakang penelitian kita. Teliti setiap kalimat yang ada, jika perlu garis bawahi setiap kalimat. Setelah itu, coba susun latar belakang penelitianmu dengan mengikuti latar belakang artikel tersebut. Ingat bahwa kita tidak menjiplak namun mengikuti gaya penulisan serta apa saja yang perlu dibahas dalam latar belakang penelitian. Begitu juga untuk bab kajian literatur, manfaatkan bagian kajian literatur untuk mengetahui teori apa yang perlu diselipkan dalam penelitian kita. Jika begini, ada pedoman yang dapat kita jadikan panduan sehingga menyusun skripsi tidak lagi bingung dan terkesan “mengambang”.
Langkah terakhir yang tak kalah penting, pastikan untuk mendengarkan dengan seksama saat dosen pembimbing memberikan arahan saat bimbingan. Kalau perlu, rekam percakapan yang dilakukan antara kita dan dosen pembimbing lalu putar ulang rekaman tersebut saat kita ingin menyusun skripsi. Dengan mengikuti langkah di atas, akan sedikit mengurangi kebingungan dan kesulitan dalam menyusun skripsi.


