Dalam dunia publikasi ilmiah, aims & scope menjadi fondasi utama yang menentukan arah jurnal, jenis penelitian yang diterima, serta kualitas artikel yang masuk. Namun, tidak sedikit jurnal yang mencantumkan aims & scope secara samar, umum, atau bahkan tidak konsisten. Ketidakjelasan ini menciptakan masalah serius, baik bagi penulis maupun bagi keberlanjutan jurnal itu sendiri.
Penulis Bingung Menentukan Kesesuaian Artikel
Ketika aims & scope tidak jelas, penulis kesulitan menilai apakah topik penelitiannya cocok untuk jurnal tersebut. Akibatnya, banyak terjadi:
- Submisi tidak relevan, meskipun secara teknis penelitian bagus.
- Penolakan berulang tanpa alasan ilmiah jelas, hanya karena ketidaksesuaian fokus.
- Waktu penulis terbuang untuk proses submisi yang sebenarnya dapat dihindari.
Hal ini melemahkan motivasi peneliti dan menurunkan kepercayaan terhadap jurnal.
Editor Mengalami Beban Seleksi yang Lebih Berat
Aims & scope yang tidak tegas meningkatkan masuknya artikel “campuran” yang tidak memiliki relasi tema. Editor harus menyaring lebih banyak naskah, meningkatkan:
- Beban kerja editorial,
- Panjangnya waktu review,
- Tingginya angka desk rejection,
- Ketidakkonsistenan keputusan publikasi.
Kekacauan ini sering membuat proses editorial tampak tidak profesional di mata penulis.
Identitas Jurnal Menjadi Kabur
Jurnal tanpa batasan tema yang jelas sulit membangun identitas di komunitas ilmiah. Dampaknya:
- Sulit diindeks oleh database bereputasi.
- Kecil peluang masuk Scopus, WoS, atau DOAJ.
- Tidak memiliki pembaca tetap karena artikelnya terlalu beragam.
Tanpa identitas, jurnal kehilangan daya tarik ilmiahnya dan sulit berkembang.
Kualitas Artikel yang Masuk Menurun
Ketidakjelasan ruang lingkup membuat jurnal menerima:
- artikel di luar fokus,
- penelitian dangkal yang tidak relevan,
- studi yang tidak memperkuat arah keilmuan tertentu.
Lambat laun, kualitas publikasi merosot dan reputasi jurnal meredup.
Dampak pada Sitasi dan Reputasi
Jurnal dengan cakupan tidak jelas sering menampilkan artikel yang tidak saling terkait, sehingga:
- Artikel sulit disitasi,
- Impact jurnal rendah,
- Penulis tingkat tinggi enggan mengirimkan karya mereka.
Pada akhirnya, jurnal stagnan tanpa pertumbuhan bibliometrik.
Pentingnya Aims & Scope yang Spesifik
Aims & scope yang baik harus:
- Menjelaskan bidang fokus dengan jelas,
- Menentukan jenis metodologi atau topik yang diprioritaskan,
- Menghindari cakupan terlalu luas,
- Konsisten dengan praktik editorial dan publikasi.
Dengan kejelasan ini, jurnal dapat menjaga kualitas naskah, menarik penulis terbaik, dan membangun identitas akademik yang solid.

