Istilah focus and scope tentu sudah tidak asing di telinga para praktisi peneliti. Namun, bagi sebagian orang yang belum mendalami dunia penelitian atau yang baru saja menapakkan kaki di jalan penelitian, istilah ini kerap kali membuat tanda tanya. Terlebih lagi, mereka yang belum mengetahui istilah focus and scope ini akan kesulitan saat ditanya terkait focus and scope penelitiannya maupun saat ingin melakukan publikasi ilmiah di jurnal.
Lalu, apa sebenarnya focus and scope itu?
Focus and scope merupakan dua kata yang memiliki arti yang berbeda namun sejalan. Focus atau dalam bahasa Indonesia diartikan menjadi fokus, secara literal adalah pusat dari suatu kegiatan atau perhatian. Dalam konteks penelitian, fokus bermakna pusat konsentrasi penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti. Fokus penelitian ini membantu peneliti untuk memusatkan perhatiannya pada topik penelitian yang sedang dikerjakan. Jika peneliti sudah mengetahui fokus penelitiannya, maka akan lebih mudah bagi mereka untuk tetap berkonsentrasi dalam mencari dan mengumpulkan data sekaligus melakukan analisis data sesuai dengan topik penelitian yang diangkat.
Fungsi lain dari fokus penelitian ini adalah untuk membatasi pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti. Fokus ini yang akan membantu peneliti untuk melakukan reduksi data sehingga data yang akan dianilisis merupakan data inti dan benar-benar penting untuk dilaporkan.
Sementara scope penelitian memiliki arti sebagai ruang lingkup dari penelitian. Ruang lingkup yang dimaksud memiliki arti cakupan studi dan apa yang menjadi fokus pembahasan. Scope atau ruang lingkup ini yang nantinya juga akan membatasi apa-apa saja yang dibahas dan tidak perlu dibahas dalam penelitian.
Lalu batasan seperti apa yang dimaksud dalam ruang lingkup? Batasan-batasan tersebut dapat berupa faktor yang diteliti seperti waktu, materi, tempat dan sebagainya. Batasan tersebut juga mencakup batasan masalah yang dipakai, jumlah subjek yang diteliti, materi yang dibahas, serta luas tempat penelitian.
Untuk memudahkan pemahaman, simak ilustrasi di bawah ini.
Seorang mahasiswa dari jurusan pendidikan bahasa Inggris berniat melakukan penelitian terkait kemampuan speaking siswa. Topik ini masih terlalu luas untuk dikaji sehingga peneliti harus membuat fokus dan ruang lingkupnya (focus and scope) dari penelitian tersebut. Ada banyak hal yang bisa dibahas dalam topik terkait kemampuan speaking siswa. Peneliti bisa memfokuskan penelitian terkait kendala yang dihadapi siswa selama belajar speaking dalam konteks pembelajaran EFL (English as Foreign Language). Lalu untuk batasan atau ruang lingkup penelitian tersebut dapat dikecilkan lagi menjadi kendala dalam belajar speaking selama proses pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang dialami oleh siswa di kelas X SMA. Jika sudah menemukan focus and scope penelitian seperti ini, maka akan mudah bagi peneliti untuk mengumpulkan data dan menganalisis data yang terkait dengan kendala siswa dalam belajar speaking selama proses pembelajaran bahasa Inggris di kelas X SMA.
Setelah penggambaran ilustrasi di atas, Anda bisa mengadaptasinya dan menyesuaikannya dengan penelitian yang sedang dikerjakan. Selamat meneliti!

