Senin, Mei 18, 2026
UPT Jurnal
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
UPT Jurnal
No Result
View All Result

Metode Penelitian ARIMA

Putri R Syafrayani by Putri R Syafrayani
3 Juni 2024
in Artikel
0
Metode Penelitian ARIMA
0
SHARES
415
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Metode Penelitian ARIMA

 

Metode Penelitian ARIMA—Setelah sebelumnya kita membahas metode penelitian Analytical Hierarchy Process, kali ini kita akan membahas terkait metode penelitian ARIMA. Simak bahasan berikut ini, ya!

Apa itu ARIMA?

George Box dan Gwilym Jenkins menciptakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), juga dikenal sebagai metode Box-Jenkins, pada tahun 1970. ARIMA adalah model Autoregressive Moving Average (ARMA) yang tidak stabil. Metode ARIMA sangat tepat dan akurat dalam peramalan jangka pendek, tetapi kurang tepat dalam peramalan jangka panjang karena nilai peramalan biasanya akan tetap sama selama waktu yang cukup lama.

Apa saja komponen-komponen ARIMA?

Model ARIMA terdiri dari tiga komponen utama:

  1. AR (AutoRegressive): Bagian ini merepresentasikan hubungan antara pengamatan saat ini dengan pengamatan sebelumnya (lagged observations).
  2. I (Integrated): Komponen ini mencakup diferensiasi data untuk membuat deret waktu menjadi stasioner, yang berarti mean dan varians konstan sepanjang waktu.
  3. MA (Moving Average): Bagian ini memodelkan hubungan antara pengamatan saat ini dengan kesalahan prediksi sebelumnya (lagged forecast errors).

Model ARIMA dinyatakan dengan notasi ARIMA(p, d, q), di mana:

  • p adalah orde dari model autoregressive (jumlah lag pengamatan masa lalu yang digunakan).
  • d adalah derajat diferensiasi yang diperlukan untuk membuat data stasioner.
  • q adalah orde dari model moving average (jumlah lag kesalahan prediksi masa lalu yang digunakan).

Bagaimana langkah-langkah penerapan ARIMA?

  • Identifikasi Model:
  1. Stasioneritas: Periksa apakah data stasioner. Jika tidak, lakukan diferensiasi hingga data menjadi stasioner.
  2. ACF dan PACF: Gunakan plot Autocorrelation Function (ACF) dan Partial Autocorrelation Function (PACF) untuk mengidentifikasi nilai p dan q yang potensial.
  • Estimasi Parameter:
  1. Gunakan metode estimasi parameter seperti Maximum Likelihood Estimation (MLE) untuk mengestimasi nilai parameter ARIMA.

Diagnostik Model:

  1. Periksa residual model untuk memastikan bahwa tidak ada pola yang tersisa (white noise). Ini dapat dilakukan dengan plot ACF dari residual dan uji statistik seperti Ljung-Box test.
  • Peramalan:
  1. Setelah model teridentifikasi dan diestimasi dengan baik, gunakan model tersebut untuk meramalkan nilai masa depan.

Apa saja contoh penerapan ARIMA?

Misalkan kita memiliki data penjualan bulanan selama lima tahun dan ingin meramalkan penjualan untuk tahun berikutnya. Langkah-langkah yang kita ambil adalah:

    1. Periksa Stasioneritas: Jika data menunjukkan tren atau musiman, kita lakukan diferensiasi.
    2. Identifikasi Model: Plot ACF dan PACF menunjukkan bahwa p = 1 dan q = 1, sehingga kita mungkin mencoba model ARIMA(1, 1, 1).
    3. Estimasi Parameter: Gunakan software statistik seperti R atau Python untuk mengestimasi parameter model.
    4. Diagnostik Model: Pastikan residual model adalah white noise.
    5. Peramalan: Gunakan model untuk meramalkan penjualan bulan-bulan berikutnya. 

Tags: metode penelitianmetode penelitian ARIMAPenelitian
Previous Post

Macam macam ANOVA yang perlu kamu ketahui kalau kamu anak eksakta!

Next Post

Mengemas Artikel Riset Secara Sistematik dan Komprehensif

Next Post
Sistematis dan komprehensif

Mengemas Artikel Riset Secara Sistematik dan Komprehensif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Silent Rejection dan Silent Acceptance: Fenomena Etis dalam Sistem OJS
  • Pengaruh Penggunaan Domain Akademik (.ac.id, .edu) terhadap Kepercayaan Penulis
  • Kesalahan Penamaan File dan Dampaknya terhadap Keputusan Awal Editor
  • Panduan Mendapatkan Referensi Jurnal Ilmiah Gratis dan Legal
  • Perbedaan Fungsi dan Peran e-ISSN dan p-ISSN dalam Identitas Jurnal Ilmiah

Komentar Terbaru

    LOGO-UMSU-2020 (2) Rev

    Kampus Utama

    Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
    Fax : 061- 6625474

    Kampus Kedokteran

    Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telp. 061-7350163, 7333162
    Fax.061-7363488

    Kampus Pascasarjana

    Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
    Telp : 061-88811104

    © 2020 UMSU - Unggul Cerdas Terpercaya

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Blog
    • Contact
    • Profil
    • Struktur Pengelola
    • Visi dan Misi

    © 2024 UPT Jurnal - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara UMSU.