Publikasi ilmiah biasanya dianggap sebagai titik tertinggi dari penelitian. Peneliti biasanya merasa telah mencapai salah satu tujuan akademiknya ketika artikel mereka diterbitkan dalam jurnal. Namun, ada fenomena yang jarang dibicarakan: sejumlah besar karya ilmiah yang sukses dipublikasikan hampir tidak pernah dibaca, dikutip, atau dimanfaatkan. Fenomena ini disebut sebagai silent publication.
Publikasi Sebagai Prestasi, Bukan Komunikasi
Publikasi akademik sering dilihat sebagai pengukuran prestasi daripada cara untuk berbagi pengetahuan. Banyak peneliti lebih berkonsentrasi pada proses “diterbitkan” daripada memastikan bahwa karya mereka dapat diakses, dipahami, dan digunakan. Akibatnya, tidak semua artikel benar-benar memberi dampak, meskipun jumlah artikel yang terbit terus meningkat.
Sistem penilaian kinerja akademik yang berfokus pada jumlah publikasi daripada kualitas dan pengaruh semakin memperparah fenomena ini. Selama artikel muncul di jurnal terindeks, tugas dianggap selesai, meskipun pembaca hampir tidak pernah membacanya.
Penyebab Fenomena Silent Publication
Ada beberapa faktor yang membuat publikasi ilmiah terbit tapi tidak terbaca:
- Aksesibilitas terbatas, banyak jurnal masih terkunci di balik paywall, jadi hanya beberapa institusi yang dapat mengaksesnya. Artikel akhirnya hanya dibaca oleh beberapa individu.
- Topik yang sangat terbatas, penelitian yang terlalu spesifik atau teknis seringkali hanya relevan bagi sekelompok kecil peneliti, sehingga sangat sedikit peluang untuk dibaca oleh publik yang luas.
- Bahasa yang kaku dan teknis, bahkan peneliti lintas bidang sering melihat artikel ilmiah ditulis dengan gaya yang sulit dipahami. Oleh karena itu, pesan penelitian tidak disampaikan dengan cukup.
- Kurangnya insentif akademi, banyak peneliti hanya publikasikan karya mereka tanpa berusaha menyebarkan hasil penelitian mereka melalui konferensi, media sosial ilmiah, atau forum diskusi.
- Jutaan artikel diterbitkan setiap tahun. Sebagian besar artikel hilang di tengah derasnya informasi ini.
Strategi Mengatasi Silent Publication
- Meningkatkan akses terbuka (open access), kemungkinan bahwa artikel akan dibaca oleh lebih banyak orang akan meningkat dengan membuka akses.
- Menulis dengan bahasa komunikatif, peneliti dapat menulis abstrak atau ringkasan dengan bahasa yang lebih sederhana agar dapat dipahami oleh orang-orang dari berbagai bidang sambil mempertahankan standar akademik.
- Aktif menyebarkan publikasi, publikasi tidak hanya berada di jurnal. Peneliti dapat menggunakan jaringan akademik seperti ResearchGate, Google Scholar, atau bahkan media sosial umum.
- Kolaborasi lintas disiplin, penelitian yang melibatkan berbagai bidang lebih mungkin dibaca karena relevansi mereka lebih luas.
- Reformasi penilaian akademik, kualitas, sitasi, dan dampak sosial harus menjadi fokus sistem evaluasi, bukan jumlah artikel. WH.


