Dalam dunia publikasi ilmiah, biasanya dikenal 3 istilah, yaitu Prosiding (Proceeding), Journal, dan Conference Paper. Ketiganya memiliki persamaan dan perbedaan. Mari kita bahas ketiganya.
Seberapa pentingkah jurnal ilmiah, prosiding, dan makalah konferensi?Pada dasarnya, jurnal ilmiah, prosiding, dan paper conference adalah karya ilmiah. Ketiganya merupakan hal yang umum di dunia akademis, terutama di kalangan peneliti di universitas.
Sebagaimana yang kita tahu, bahwa dalam sebuah iklim ilmiah, seseorang tak hanya cukup dia membuat karya, namun ia juga harus membuat publikasi atas karyanya tersebut. Dan sebagaimana iklim ilmiah selama ini, maka si peneliti harus mempublikasikannya dalam bentuk tulisan. Istilah sederhananya, ia harus “woro-woro” bahwa ia melakukan penelitian itu. Nah “woro-woro” nya bukan ke koran, atau televisi, tapi dalam bentuk media ilmiah. Nah, Jurnal Ilmiah, Prosiding, dan Paper Conference adalah bentuk dari media ilmiah tersebut.
Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah adalah kumpulan jurnal penelitian. Formatnya biasanya kurang lebih mirip dengan majalah, namun dengan format yang berisi kumpulan rangkuman karya ilmiah yang dibuat oleh masing-masing peneliti. Terbit dalam jangka waktu tertentu (bisa bulanan, dua bulanan, atau bahkan tahunan). Diterbitkan oleh lembaga publikasi ilmiah, baik itu kampus, perusahaan, atau media lainnya. Sebuah jurnal biasanya khusus membahas satu topik tertentu, misalnya jurnal yang mengkhususkan diri pada pengobatan alternatif, jurnal di bidang jaringan komputer, dan sebagainya. Seperti majalah, terkadang ada edisi khusus untuk sebuah topik yang sedang hangat dibicarakan.
Ngomong-ngomong, untuk membedakan jurnal ilmiah dengan makalah konferensi, biasanya ada lebih banyak halaman untuk satu karya ilmiah. Salah satu karakteristik utama dari Jurnal Ilmiah adalah tinjauan sejawat dari seseorang atau sekelompok ahli. Peer review adalah tempat dimana karya kita akan ditinjau, untuk menilai seberapa valid dan layak karya tulis tersebut untuk dipublikasikan di jurnal. Diterima/ditolak, dll. Proses peer review kurang lebih akan seperti proses bimbingan skripsi di mana kita diminta untuk melakukan perbaikan ini dan itu.
Proceeding / Prosiding
Pada dasarnya, prosiding sangat mirip dengan jurnal ilmiah, baik dari segi bentuk, kekhususan topik, maupun hal-hal serupa. Faktanya, prosiding pada dasarnya adalah jurnal ilmiah, dengan satu perbedaan utama (dan mendasar). Perbedaan utama adalah bahwa prosiding biasanya merupakan hasil dari konferensi ilmiah. Tidak seperti jurnal, yang merupakan publikasi ilmiah khusus. Jika jurnal adalah majalah, maka prosiding seperti seminar, di mana makalah dikumpulkan dan diterbitkan. Umumnya, standar sebuah prosiding tidak seketat jurnal ilmiah. Bahkan, beberapa prosiding bahkan tidak melalui proses penelaahan sejawat. Penerbit prosiding umumnya dapat mengetahui apakah prosiding yang ingin mereka kirimkan sudah melalui peer review atau belum. Hal ini tentu saja membuat Prosiding memiliki tingkat keilmiahan yang lebih rendah dari Jurnal Ilmiah.
Paper Conference
Paper Conference pada dasarnya mirip dengan jurnal ilmiah, tetapi biasanya lebih ringkas (lebih sedikit halaman). Inilah perbedaan utama dengan jurnal ilmiah yang bisa sangat panjang (rata-rata jurnal minimal 6 halaman, sedangkan makalah konferensi 2-5 halaman). Nah, ciri utama dari Jurnal Ilmiah adalah selain dipublikasikan dalam bentuk jurnal, Makalah Konferensi juga disebarluaskan dalam sebuah forum konferensi ilmiah. Di forum tersebut, para peneliti akan mempresentasikan hasil karya ilmiahnya. Nah selain presentasi, materi mereka akan diterbitkan dalam kumpulan, menjadi sebuah paper Conference. Dalam paper conference, tergantung dari konferensi yang diadakan, terkadang ada peer review, namun terkadang tidak ada peer review.


