Cara Menyusun Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber—Bagi para pejuang skripsi dan orang-orang yang ingin melakukan penelitian, rujukan maupun referensi amat sangat diperlukan sebagai acuan selama proses penelitian dilaksanakan. Seperti yang dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, daftar pustaka mencantumkan keterangan referensi yang digunakan selama penelitian seperti judul, nama pengarang, dan penerbit yang disusun secara abjad dan diletakkan di bagian akhir tulisan. Daftar pustaka dibuat dengan tujuan untuk menghargai serta memberi apresiasi terhadap tulisan yang dibuat oleh penulis. Adapun fungsi dari daftar pustaka, antara lain:
- Sebagai pencegahan plagiarisme
- Menjaga kredibilitas dari si peneliti
- Memberikan informasi kepada pembaca terkait sumber tulisan
- Menampilkan hasil pemikiran penulis lain yang dikutip di dalam penelitian
Lalu, bagaimana cara menulis kutipan yang benar?
Ada dua cara untuk mengutip sebuah sumber tulisan, antara lain:
- Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan cara mengutip tulisan dari sumber tanpa mengubah kalimat sang penulis. Berdasarkan ketetapan American Psychological Association (APA), kutipan langsung digolongkan menjadi dua yaitu kutipan langsung pendek dan kutipan langsung panjang.
Kutipan langsung pendek hanya mengutip tulisan tidak lebih dari 40 kata. Cara mengutip kutipan langsung pendek ini adalah dengan menyatukan tulisanmu dengan kutipan tersebut dalam satu paragraf yang sama namun disertai dengan tanda kutip untuk membedakan opinimu dengan tulisan yang dikutip. Jangan lupa untuk menulis sumber berdekatan dengan kutipan yang ditulis.
Kutipan langsung panjang merupakan kutipan yang lebih dari 40 kata atau dikenal juga dengan block quote. Untuk mengutip kalimat panjang, cara yang dilakukan adalah dengan membuat paragraf baru dan kalimat agak sedikit menjorok ke kanan tanpa tanda kutip namun tetap dengan font yang sama dengan tulisan.
Contoh kutipan langsung:
“Get busy living or get busy dying” (King, 1982).
- Kutipan Tidak Langsung
Kutipan ini bermakna bahwa penulis tidak mengutip secara utuh kalimat dari sumber acuan namun merangkainya dengan kalimat sendiri. Cara yang dilakukan dapat berupa parafrase dari tulisan asli yang ada di sumber.
Contoh kutipan tidak langsung:
King (1982) stated that human being is either getting busy living or getting busy dying.
Bagaimana cara menyusun daftar pustaka yang benar?
Poin yang harus diingat dalam menyusun daftar pustaka antara lain:
- Daftar pustaka ditulis berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis
- Jika nama penulis ada yang sama, maka diurutkan berdasarkan tanggal publikasi yang paling awal
Berikut cara menyusun daftar pustaka dari berbagai sumber.
- Menulis daftar pustaka dari buku
Nama Belakang, Inisial Nama Depan. (Tahun). Judul Buku. Kota: Penerbit Buku
Contoh:
Hirata, A. (2006). Sang Pemimpi. Yogyakarta: Bentang
- Menulis daftar pustaka dari artikel
- Artikel jurnal
Nama Belakang Penulis, Inisial Nama Depan. (Tahun Terbit). Judul artikel jurnal. Nama Jurnal. Volume, Issue atau Nomor Halaman
Contoh:
Xie, W. (2015). Japanese “Idols” in trans-cultural reception: the case of Idol Group AKB48. Visual Post: a Journal for the Study of Past Visual Cultures, 2(1), 40-50.
- Artikel majalah
Nama Belakang Penulis, Inisial Nama Depan. (Tahun Publikasi). Judul artikel. Penerbit
Contoh: Marano, H.E. (2008, Maret-April). Making of the Perfectionist. Psychology Today, 90-91.
- Menulis daftar pustaka dari website
Penulis halaman. (Tahun halaman dibuat atau direvisi). Judul Halaman. Tanggal, bulan, dan tahun akses.
Contoh: Atherton, J. (2005). Behaviour Modification. Diakses pada 5 Februari 2018 dari http;//www.learningandteaching


