Dalam dunia jurnal ilmiah, ISSN adalah identitas yang tidak bisa dipisahkan dari keberadaan sebuah publikasi. Namun, banyak pengelola jurnal dan bahkan penulis belum memahami bahwa ISSN hadir dalam dua bentuk berbeda: p-ISSN untuk versi cetak dan e-ISSN untuk versi online. Keduanya tampak mirip, tetapi memiliki peran yang sangat berbeda dalam menentukan legalitas dan visibilitas sebuah jurnal.
Apa Itu p-ISSN dan e-ISSN?
- p-ISSN (Print ISSN)
- Nomor identitas untuk publikasi jurnal dalam bentuk cetak.
- Dipakai oleh perpustakaan, arsip fisik, dan sistem katalog.
- e-ISSN (Electronic ISSN)
- Nomor identitas untuk versi online jurnal.
- Dipakai oleh mesin pengindeks, database digital, dan situs akademik.
Keduanya tidak saling menggantikan, melainkan mengidentifikasi dua versi publikasi yang berbeda.
Mengapa Jurnal Butuh Dua ISSN Berbeda?
Karena format publikasinya berbeda.
- Jurnal cetak = butuh p-ISSN
- Jurnal online = butuh e-ISSN
- Jurnal yang memiliki keduanya akan memiliki dua identitas resmi.
Dalam era digital, banyak jurnal hanya terbit online, sehingga e-ISSN menjadi identitas utama.
Fungsi Utama p-ISSN
- Dipakai untuk publikasi fisik atau edisi cetak.
- Digunakan dalam proses deposit perpustakaan, katalogisasi, dan arsip.
- Menjadi bukti bahwa jurnal pernah atau masih memiliki terbitan fisik.
- Penting bagi jurnal universitas yang masih mencetak edisi khusus.
Fungsi Utama e-ISSN
- Identitas resmi untuk versi digital jurnal.
- Dibutuhkan untuk indexing di Google Scholar, Crossref, DOAJ, Scopus, dan database lain.
- Memastikan metadata jurnal dapat dikenali sistem otomatis.
- Penting dalam pengajuan akreditasi seperti SINTA dan lembaga internasional.
- Menjadi elemen wajib dalam publikasi OJS (Open Journal Systems).
Peran dalam Sistem Pengindeksan
- p-ISSN
- Umumnya dikenali oleh katalog perpustakaan fisik.
- Jarang dijadikan acuan utama oleh mesin pengindeks modern.
- e-ISSN
- Prioritas utama database global.
- Dipakai untuk sinkronisasi metadata, DOI, sitasi, dan penelusuran artikel online.
Tanpa e-ISSN, reputasi digital jurnal bisa terganggu dan bahkan dianggap tidak valid.
Masalah yang Sering Terjadi
- e-ISSN dan p-ISSN tertukar penempatannya di website.
- Jurnal mencantumkan hanya satu ISSN padahal terbit di dua format.
- Metadata berbeda antara website jurnal, Crossref, dan portal indexing.
- p-ISSN dicantumkan pada file PDF online, membuat identifikasi menjadi rancu.
Kesalahan-kesalahan kecil ini dapat membuat jurnal sulit terindeks atau terdeteksi sebagai jurnal berbeda.


