Akreditasi jurnal ilmiah melalui SINTA (Science and Technology Index) merupakan tolok ukur penting untuk menilai mutu dan integritas suatu jurnal. Jurnal yang terakreditasi tidak hanya memperoleh pengakuan dari pemerintah, tetapi juga berpeluang lebih besar untuk dijadikan referensi, disitasi, dan diakses secara luas oleh komunitas akademik nasional dan internasional.
Bagi pengelola jurnal, proses menuju akreditasi SINTA seringkali dianggap rumit. Namun dengan strategi yang tepat dan kerja sama tim yang solid, jurnal dapat mencapai akreditasi yang diinginkan, bahkan hingga SINTA 1.
Berikut adalah strategi penting dan detail untuk mempersiapkan jurnal agar lolos akreditasi SINTA:
1. Menggunakan OJS Versi Terbaru (OJS 3.x)
Open Journal Systems (OJS) adalah platform manajemen jurnal yang wajib dikuasai oleh pengelola jurnal ilmiah. Versi terbaru dari OJS (versi 3.3 ke atas) menawarkan berbagai fitur unggulan yang mendukung profesionalisme pengelolaan jurnal.
Hal yang perlu diperhatikan:
-
Gunakan domain jurnal yang stabil dan profesional, misalnya:
https://jurnal.fakultas-univ.ac.id -
Pastikan navigasi situs jurnal jelas dan terstruktur, seperti menu untuk artikel, pedoman penulis, dewan redaksi, dan arsip terbitan.
-
Perhatikan pengaturan plugin, terutama plugin Crossref untuk DOI, plugin statistik, dan plugin indexing.
Tips: Pastikan jurnalmu tidak lagi menggunakan OJS versi 2 karena sudah dianggap usang dan kurang aman.
2. Konsistensi Terbitan dan Jadwal Publikasi
Salah satu kriteria utama dalam penilaian akreditasi adalah konsistensi dalam terbitan jurnal. Keterlambatan atau kekacauan dalam jadwal terbit akan mengurangi nilai akreditasi.
Kriteria minimal:
-
Telah menerbitkan minimal 2 volume atau 4 edisi berturut-turut secara konsisten.
-
Setiap edisi terbitan harus berisi minimal 5 artikel ilmiah.
-
Jadwal terbit harus tepat waktu, misalnya: Januari-Juni (Volume 1, No. 1) dan Juli-Desember (Volume 1, No. 2).
Rekomendasi: Gunakan template artikel yang konsisten dan profesional agar tampilan jurnal lebih meyakinkan.
3. Metadata Artikel yang Lengkap dan Standar
Metadata adalah informasi penting yang memudahkan artikel untuk diindeks dan ditemukan oleh mesin pencari akademik.
Metadata yang wajib disediakan:
-
Judul artikel (dalam Bahasa Indonesia dan Inggris)
-
Abstrak dan kata kunci (Bahasa Indonesia dan Inggris)
-
Nama penulis dan afiliasi institusi
-
Referensi atau daftar pustaka dengan standar kutipan (APA, IEEE, Vancouver, dll.)
-
Nomor DOI aktif untuk setiap artikel
Gunakan plugin Crossref XML Export dan auto DOI untuk mempermudah pengurusan metadata.
4. Penguatan Etika Publikasi
Aspek etika publikasi menjadi perhatian penting dalam proses akreditasi. Pengelola jurnal harus menjunjung tinggi integritas akademik.
Langkah yang perlu dilakukan:
-
Menyediakan halaman “Publication Ethics” yang menjelaskan:
-
Tanggung jawab editor, reviewer, dan penulis
-
Kebijakan plagiarisme
-
Kebijakan penarikan (retraction) artikel
-
-
Gunakan perangkat deteksi plagiarisme seperti Turnitin, iThenticate, atau Plagiarism Checker X
-
Wajibkan pernyataan kontribusi penulis (author contribution) dan conflict of interest
5. Meningkatkan Kualitas Reviewer dan Editorial Board
Tim redaksi yang kredibel dan aktif sangat berpengaruh terhadap penilaian akreditasi.
Saran peningkatan:
-
Libatkan editor dan reviewer dari institusi yang berbeda (tidak hanya dari institusi penerbit)
-
Cantumkan afiliasi lengkap, gelar akademik, dan ID ORCID editor/reviewer di laman jurnal
-
Terapkan sistem double-blind review untuk meningkatkan objektivitas dan integritas ilmiah
Catatan: Hindari editorial board yang hanya formalitas tanpa kontribusi nyata.
6. Standar Pengelolaan dan Struktur Website
Struktur dan konten situs jurnal menjadi wajah utama dari profesionalisme jurnal itu sendiri.
Harus tersedia di situs jurnal:
-
Halaman Focus and Scope yang jelas
-
Author Guidelines yang terstruktur rapi
-
Penjelasan rinci tentang proses peer-review
-
Tautan ke indeksasi dan DOI artikel
-
Arsip lengkap edisi sebelumnya
7. Indeksasi Nasional dan Internasional
Sebelum mengajukan akreditasi, pastikan jurnal sudah masuk ke beberapa pengindeks atau database berikut:
-
Garuda (garuda.kemdikbud.go.id) – indeks nasional wajib
-
Google Scholar – mudah diakses dan membantu visibilitas
-
DOAJ (Directory of Open Access Journals) – menambah reputasi
-
Dimensions, ROAD, Crossref – mendukung aspek metadata dan visibilitas global
Gunakan tools seperti Google Search Console agar artikel jurnal mudah diindeks mesin pencari.
8. Pengajuan Akreditasi melalui ARJUNA
Setelah seluruh aspek teknis dan substansi jurnal siap, langkah terakhir adalah mendaftar ke ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional).
Prosedur pengajuan:
-
Akses situs resmi ARJUNA: https://arjuna.kemdikbud.go.id
-
Daftar sebagai pengelola jurnal dan isi formulir akreditasi
-
Unggah dokumen yang diperlukan seperti:
-
Bukti terbitan
-
Laporan hasil peer review
-
Bukti DOI dan metadata
-
Daftar editorial dan reviewer
-
-
Tunggu proses asesmen dan hasil penilaian yang biasanya memakan waktu beberapa bulan
Penutup: Strategi Berkelanjutan
Akreditasi bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari komitmen untuk terus menjaga kualitas dan konsistensi jurnal. Pengelola jurnal harus terus:
-
Memperbarui tampilan dan fitur situs
-
Menjaring penulis dan reviewer berkualitas
-
Meningkatkan kuantitas sitasi dan kolaborasi
Dengan menjalankan strategi ini secara disiplin, jurnal ilmiah Anda bukan hanya sekadar lolos SINTA, tapi juga berpotensi menjadi jurnal nasional bereputasi dan bahkan menembus Scopus atau Web of Science.


