Untuk kamu yang sedang melakukan penelitian kuantitatif, peneliti dalam kuantitatif selalu menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. Instrumen data ini befungsi untuk mengukur nilai variabel yan diteliti. Jumlah instrument yang akan digunakan penelitian akan tergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Bila variabel penelitiannya lima, maka jumlah instrument yang digunakan untuk penelitian juga lima.Instrumen penelitian digunakan untuk pengukuran dengan tujuan untuk menghasilkan data kuantitatif yang akurat,maka dari itu setiap instrument dalam penelitian harus memiliki skala. Berikut ini macam-macam skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian.
Sebelum kita membahas skala pengukuran lebih dalam , maka kita perlu membahas apa itu Skala Pengukuran. Menurut Prof.Sugiyono dalam bukunya Metode Peneltian Kuantitatif, Kualitatif dan R &D Skala pengukuran ialah kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Contohnya timbangan berat badan sebagai instrument untuk mengukur berat badan, dibuat dengan skala Kg dan akan menghasilkan data kuantitatif berat badan dalam satuan kg bila digunakan untuk mengukur.
Adab beberapa skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi, Sosial. Jika menggunakan 4 jenis skala ini mendapatkan data interval atau rasio, namun tergantung bidang yang diukur, skala pengukuran tersebut antara lain ialah :
- Skala Likert
- Skala Guttman
- Rating Scale
- Semantic Deferential
- Skala Likert
Skala likert biasanya digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang maupun sekelompok orang tentang fenomena sosial yang ada. Dalam penelitian, fenomena sosial .Dalam penelitian ini ditetap secara spesifik oleh peneliti, yang disebut sebagai variabel penelitian.
Jawaban setiap instrument yang digunakan dalam penelitian menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negative, yang dapat berupa kata-kata antara lain :
- Sangat Setuju Selalu
- Setuju Sering
- Ragu-Ragu Kadang-Kadang
- Tidak Setuju Tidak Pernah.
- Sangat Tidak Setuju
Untuk skor dalam menentukan analisis kuantitatif ,maka skor dapat diberi sebagai berikut :
- Setuju/ selalu/ sangat positif diberi skor 5
- Setuju/sering/positif diberi skor 4
- Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor 3
- Tidak setuju/hampir tidak pernah. Negative diberi skor 2
- Sangat tidak setuju/ tidak pernah diberi skor 1
- Skala Guttman
Skala Guttman ini didapat jawaban yang tegas, yaitu “ ya-tidak, benar-salah, pernah-tidak pernah; positif-negatif dan lain-lain. Data yang diperoleh menggunakan skala ini dapat berupa data interval atau rasio dikotomi .Dalam skala Guttman hanya ada dua yaitu “setuju atau tidak setuju”. Penelitian menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yg jelas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.
Contoh :
Bagaimana pendapat anda,apakah pengaruh kualitas produk mempengaruhi keputusan pembelian ?
a. Setuju
b. Tidak Setuju
- Semantic Defferensial
Skala ini dikembangkan oleh Osgood. Skala ini berbentuk tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban sangat positif atau setujunya terletak dibagian kanan garis dan jawaban yang sangat negatif terletak dibagian kiri garis, atau sebaliknya.
Contoh

- Rating Scale
Ketiga skala pengukuran tersebut menghasilkan data yang kualitatif kemudian dikuantitatifkan. Tetapi dengan skala pengukuran rating scale ini data mentah yang iperoleh ebruapa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
Dalam skala rating scale, responden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan.
Hal yang terpenting bagi penyusun instrument dengan rating scale ialah harus mampu mengartikan setiap angka yang diberikan pada jawaban setiap instrument.



