Sabtu, April 25, 2026
UPT Jurnal
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
UPT Jurnal
No Result
View All Result

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Penulis Jurnal Internasional

Balqish Az-Zahra S by Balqish Az-Zahra S
15 Maret 2024
in Artikel
0
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Penulis Jurnal Internasional
0
SHARES
548
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Seiring meningkatnya tuntutan publikasi di jurnal internasional, maka tentu banyak penulis yang ingin naskahnya berhasil publish atau diterima di jurnal internasional. Namun, dari hasil pengamatan reviewer banyak terdapat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para penulis ketika mempersiapkan dan mengirimkan naskahnya di jurnal ilmiah. Hal inilah yang menjadi alasan reviewer tidak merespon naskah yang diajukan penulis.

Untuk menghindari nasib tersebut, simak beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan penulis jurnal internasional.

Tidak Membaca Literatur sesuai Bidang Kajian

Studi literatur merupakan langkah awal yang harus dilakukan sebelum menulis suatu artikel. Kegiatan ini akan membangun dasar yang kuat bagi publikasi penulis. Namun, langkah ini sering diabaikan oleh penulis pemula. Alih-alih melakukan studi literatur, penulis pemula justru banyak yang menulis tanpa mengumpulkan sumber, membaca, mempelajari, dan merenungkannya.

Melakukan Plagiasi

Kesalahan fatal yang sering dilakukan penulis adalah plagiat karya tulis orang lain atau menyalin tulisan tanpa mencantumkan sumber aslinya. Meski terlihat mudah bagi penulis, justru saat ini perilaku plagiat sangat mudah terdeteksi. Setiap jurnal sudah mulai menerapkan aturan scanning yang canggih dan rumit, sehingga kegiatan plagiasi setiap penulis dapat diketahui dengan mudah dan cepat. Setiap penulis harus menghindari kesalahan ini karena plagiarism merupakan pelanggaran serius etika penerbitan dan dalam beberapa kasus dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

Penulisan yang Berbelit-belit

Kesalahan yang hampir selalu muncul adalah kerangka berpikir yang berbelit-belit. Jurnal sebagai karya ilmiah akademik seharusnya ditulis langsung ke intinya. Sebuah artikel penelitian yang baik ditulis secara deduktif. Setiap paragraf mengandung satu ide pokok yang sebaiknya diletakkan sebagai kalimat awal, diikuti 3-5 kalimat pendukung. Tidak hanya itu, kebanyakan reviewer jurnal internasional yang berasal dari negara barat memiliki cara berpikir yang straight to the point atau langsung pada intinya.

Tidak Fokus pada Research Gap

Kebanyakan penulis masih berfokus pada kuantitas dibandingkan kualitas. Hal ini justru menyebabkan naskah yang dibuat menjadi kurang memiliki nilai jual. Dalam menulis artikel, fokus penulisan seharusnya ada pada research gap. Penulis harus menjelaskan gap yang ingin diisi dalam artikelnya berdasarkan kelemahan-kelemahan penelitian terdahulu.

Pengulangan Kalimat Berlebihan

Pengulangan kalimat biasanya muncul pada artikel jurnal yang diturunkan dari skripsi/tesis/disertasi. Biasanya, penulis membuat jalan pintas dengan menyalin kalimat-kalimat dalam skripsi/tesis/disertasinya. Tanpa sadar, penulis menulis beberapa paragraf dengan ide pokok paragraph yang sama dan kalimat yang diulang-ulang. Hal ini tidak disukai reviewer karena pengulangan kalimat tersebut membuat jurnal menjadi tidak efektif.

Kesalahan Penerjemahan

Kesalahan penerjemahan kerap terjadi di kalangan penulis. Hal ini disebabkan karena sebagian besar penulis kurang memahami bahasa inggris dengan baik sehingga pasti terdapat kesalahan-kesalahan mayor yang tidak bisa sekadar diperbaiki secara parsial. Menerjemahkan artikel untuk dipublikasikan di jurnal internasional bukan sekadar menerjemahkan kata-kata saja. Penerjemah harus menjiwai penelitian, mengerti dan memahami penelitian yang dituliskannya. Selain itu juga harus memiliki feeling and sense of language yang baik. Karena jika tidak, hasil terjemahan berpotensi merubah isi dari penelitian dalam artikel dan isinya menjadi tidak tersampaikan. Jika penulis tetap memiliki kesulitan dalam penerjemahan artikel, maka sebaiknya penulis menyewa jasa penerjemah profesional. Hal ini juga dapat meminimalisir penggunaan istilah yang salah dalam artikel penulis.

 

BAS

Tags: JurnalJurnal IlmiahJurnal InternasionalKarya Tulis IlmiahKesalahan PenulisPenelitianPublikasi Ilmiah
Previous Post

Unit Pengelola Jurnal Mendampingi Pengelola Jurnal FKIP Menuju Akreditasi dan Reakreditasi

Next Post

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Dalam Penelitian

Next Post
Jenis-Jenis Skala Pengukuran Dalam Penelitian

Jenis-Jenis Skala Pengukuran Dalam Penelitian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Silent Rejection dan Silent Acceptance: Fenomena Etis dalam Sistem OJS
  • Pengaruh Penggunaan Domain Akademik (.ac.id, .edu) terhadap Kepercayaan Penulis
  • Kesalahan Penamaan File dan Dampaknya terhadap Keputusan Awal Editor
  • Panduan Mendapatkan Referensi Jurnal Ilmiah Gratis dan Legal
  • Perbedaan Fungsi dan Peran e-ISSN dan p-ISSN dalam Identitas Jurnal Ilmiah

Komentar Terbaru

    LOGO-UMSU-2020 (2) Rev

    Kampus Utama

    Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
    Fax : 061- 6625474

    Kampus Kedokteran

    Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telp. 061-7350163, 7333162
    Fax.061-7363488

    Kampus Pascasarjana

    Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
    Telp : 061-88811104

    © 2020 UMSU - Unggul Cerdas Terpercaya

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Blog
    • Contact
    • Profil
    • Struktur Pengelola
    • Visi dan Misi

    © 2024 UPT Jurnal - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara UMSU.