Dalam publikasi jurnal ilmiah, perhatian penulis sering terfokus pada kualitas penelitian, metodologi, dan kebaruan temuan. Namun, aspek teknis seperti penamaan file naskah kerap diabaikan. Padahal, kesalahan sederhana dalam penamaan file bisa memengaruhi keputusan awal editor, terutama saat tahap desk review, sebelum artikel dibaca secara menyeluruh.
Penamaan file berfungsi sebagai kontak pertama antara penulis dan editor. Nama file yang tepat mencerminkan profesionalisme dan kesiapan teknis, sementara kesalahan dapat menimbulkan persepsi negatif awal.
Bentuk Kesalahan Penamaan File
Kesalahan yang umum terjadi meliputi:
- Nama file terlalu umum, misalnya “artikel.docx” atau “naskah revisi terbaru.docx”.
- Pencantuman identitas penulis pada jurnal dengan blind review.
- Tidak sesuai pedoman jurnal, seperti tidak menyertakan judul singkat atau kode artikel.
- Penggunaan karakter khusus, spasi berlebihan, atau format file yang tidak kompatibel.
- Inkonsistensi nama file antara versi awal dan revisi, yang membingungkan editor.
Dampak terhadap Keputusan Awal Editor
Editor menggunakan desk review untuk menilai kelayakan artikel sebelum membaca secara mendalam. Kesalahan penamaan file dapat memicu penilaian negatif awal, misalnya:
- Menimbulkan kesan penulis tidak membaca panduan jurnal.
- Mengurangi persepsi profesionalisme dan ketelitian.
- Membuat editor ragu terhadap kesiapan naskah untuk revisi.
- Mempercepat penolakan awal tanpa menilai substansi penelitian.
Selain itu, file yang salah nama menyulitkan pengarsipan, pelacakan revisi, dan komunikasi internal jurnal, khususnya pada jurnal dengan volume naskah tinggi.
Implikasi untuk Keadilan Publikasi
Kesalahan penamaan file lebih sering terjadi pada penulis pemula atau mahasiswa, sehingga menunjukkan adanya ketimpangan literasi teknis dalam publikasi. Artikel berkualitas tinggi pun berisiko tersisih lebih awal karena kesalahan administratif. Hal ini menekankan bahwa keadilan publikasi jurnal bukan hanya soal substansi, tetapi juga kemampuan memahami standar teknis.
Strategi Menghindari Kesalahan
Beberapa langkah penting yang bisa diterapkan penulis:
- Ikuti pedoman penamaan file dari jurnal secara ketat.
- Gunakan nama file yang jelas, konsisten, dan deskriptif.
- Hindari pencantuman identitas pada sistem blind review.
- Simpan versi revisi dengan penamaan sistematis.
- Periksa kembali file sebelum submit untuk memastikan sesuai standar.
Kesalahan penamaan file adalah aspek kecil yang berdampak signifikan dalam publikasi jurnal. Ia memengaruhi persepsi profesionalisme, kelancaran proses editorial, dan bahkan keputusan awal editor. Dengan memahami pentingnya penamaan file, penulis dapat memastikan artikel dinilai berdasarkan substansi ilmiah, bukan terhalang kesalahan teknis sederhana.


