Digital Object Identifier (DOI) adalah identitas permanen yang diberikan pada artikel ilmiah untuk memastikan karya tersebut dapat ditemukan, dilacak, dan disitasi dengan akurat. Namun, dalam praktiknya, beberapa jurnal mengalami masalah serius berupa DOI ganda satu artikel memiliki dua DOI berbeda, atau dua artikel menerima DOI yang sama. Meski terlihat seperti kesalahan teknis biasa, faktanya DOI ganda membawa dampak signifikan pada kualitas akademik, sistem pengindeksan, hingga reputasi penulis dan jurnal.
Mengacaukan Sistem Sitasi
DOI menjadi rujukan utama dalam pelacakan sitasi. Ketika satu artikel memiliki dua DOI:
- Sitasi pembaca dapat terpecah ke dua identitas berbeda,
- Perhitungan citation count menjadi tidak akurat,
- Artikel terkesan kurang kredibel karena data sitasinya tidak stabil.
Akibatnya, penulis bisa kehilangan potensi sitasi yang seharusnya diterima. Pada level jurnal, hal ini mengurangi akumulasi sitasi yang berpengaruh pada kualitas dan kepercayaan pembaca.
Masalah dalam Indexing Database
Platform pengindeks seperti Google Scholar, Crossref, DOAJ, Scopus, dan lainnya sangat bergantung pada DOI untuk mengidentifikasi artikel unik. DOI ganda dapat menyebabkan:
- Artikel dianggap duplikasi dan hanya salah satu yang terindeks,
- Atau justru kedua DOI terindeks sebagai artikel berbeda,
- Metadata jurnal menjadi tidak sinkron dan sulit diperbaiki.
Ketidakteraturan data ini bisa menghambat proses evaluasi, menyebabkan jurnal ditandai sebagai tidak konsisten, bahkan berisiko delisting dari beberapa pengindeks bila tidak segera diperbaiki.
Kerusakan Jejak Akademik (Academic Trace)
Jejak akademik bukan hanya soal sitasi, tetapi juga konsistensi identitas artikel. DOI ganda membuat rekam jejak menjadi kacau:
- Profil publikasi penulis terlihat tidak rapi,
- Riwayat karya ilmiah di database besar menjadi bias,
- Pembaca kesulitan memastikan versi mana yang benar.
Bagi penulis yang sedang membangun reputasi akademik, ketidakpastian ini dapat menurunkan kepercayaan kolega, reviewer, dan lembaga pembiayaan.
Kredibilitas Jurnal Dipertanyakan
Ketika jurnal tidak mampu mengelola DOI dengan benar, pembaca dan institusi mulai mempertanyakan:
- Profesionalitas pengelola jurnal,
- Sistem editorial dan administrasi,
- Kepatuhan jurnal terhadap standar internasional.
Dalam beberapa kasus, penerbit dapat diminta untuk melakukan correction notice atau retraction, yang pada akhirnya merusak reputasi jurnal dan penerbit.
Terhambatnya Integrasi Teknologi Akademik
Banyak sistem modern, seperti reference manager, ORCID, Crossref Event Data, dan automated citation systems, menggunakan DOI sebagai penggerak utama. Jika DOI ganda muncul, proses otomatisasi terganggu:
- Software tidak membaca artikel secara konsisten,
- Kesalahan input referensi meningkat,
- Sinkronisasi ke profil penulis gagal. WH.

