Senin, Mei 18, 2026
UPT Jurnal
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi dan Misi
    • Struktur Pengelola
  • Blog
  • Kontak
No Result
View All Result
UPT Jurnal
No Result
View All Result

Fenomena “Salami Publishing”: Memotong Penelitian Menjadi Banyak Artikel

Wirda Hayani by Wirda Hayani
4 November 2025
in Artikel, Berita
0
Fenomena “Salami Publishing”: Memotong Penelitian Menjadi Banyak Artikel
0
SHARES
99
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dunia akademik, istilah salami publishing atau salami slicing merujuk pada praktik membagi satu penelitian komprehensif menjadi beberapa artikel yang lebih kecil. Tujuannya biasanya untuk meningkatkan jumlah publikasi individu peneliti atau memenuhi target kuantitatif karier akademik. Meskipun metode ini tidak selalu ilegal, praktik ini menimbulkan kontroversi karena bisa merusak kualitas ilmiah dan integritas penelitian.

Mengapa Salami Publishing Terjadi

Fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor:

  • Tekanan Publikasi

Banyak universitas dan lembaga penelitian menetapkan target publikasi sebagai syarat kenaikan jabatan atau akreditasi. Hal ini membuat peneliti terdorong untuk menghasilkan lebih banyak artikel, meski berasal dari satu penelitian utama.

  • Persaingan Akademik

Dalam dunia akademik global, jumlah artikel menjadi indikator produktivitas. Salami publishing dianggap strategi untuk meningkatkan jumlah sitasi dan profil akademik secara cepat.

  • Ekspektasi Editor dan Peer Review

Artikel yang terlalu panjang atau kompleks kadang sulit diterima di jurnal tertentu. Membagi penelitian menjadi beberapa artikel memungkinkan setiap bagian lebih fokus dan lebih mudah diterima.

Dampak Positif

Tidak semua efek salami publishing bersifat negatif, beberapa manfaatnya antara lain:

  • Memudahkan pembaca memahami bagian tertentu dari penelitian yang kompleks.
  • Mempercepat penyebaran pengetahuan spesifik tanpa harus menunggu keseluruhan penelitian selesai.
  • Memberi kesempatan bagi penulis muda untuk belajar proses publikasi melalui artikel yang lebih pendek.

Dampak Negatif

Namun, praktik ini juga menimbulkan risiko serius:

  • Kualitas Penelitian Terganggu

Membagi penelitian bisa membuat konteks dan hasil utama kurang jelas, sehingga pembaca sulit memahami kesimpulan keseluruhan.

  • Etika Publikasi Diragukan

Jika satu penelitian dibagi tanpa alasan ilmiah yang kuat, hal ini bisa dianggap manipulasi kuantitas, bahkan bisa termasuk plagiarisme diri (self-plagiarism).

  • Kesulitan Replikasi dan Meta-Analisis

Penelitian yang tersebar dalam beberapa artikel membuat replikasi studi atau meta-analisis menjadi lebih rumit, karena data dan metodologi terpecah.

Bagaimana Menghadapinya

Peneliti dapat menghindari praktik salami publishing dengan beberapa strategi:

  • Menentukan batasan topik yang jelas dan hanya membagi artikel bila memang ada bagian yang berdiri sendiri secara ilmiah.
  • Menyertakan referensi silang yang transparan antarartikel hasil penelitian yang sama.
  • Memprioritaskan kualitas daripada kuantitas dalam publikasi, menjaga integritas ilmiah tetap tinggi.

Salami publishing adalah fenomena yang mencerminkan tekanan kuantitatif dalam dunia akademik modern. Praktik ini memiliki sisi positif untuk menyebarkan pengetahuan dengan lebih fokus, tetapi risiko etika dan kualitas penelitian tetap tinggi. Integritas akademik menuntut peneliti untuk membagi artikel hanya jika benar-benar ilmiah dan relevan, bukan semata untuk meningkatkan jumlah publikasi. Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi akademisi: lebih baik satu penelitian berkualitas tinggi daripada banyak artikel yang terfragmentasi tanpa makna ilmiah yang jelas.

WH.

Tags: #artikelilmiahartikelMetadata Artikel IlmiahPenulisan Artikel IlmiahpublishPublish or Perishsalami publishing
Previous Post

Ketika Bahasa Menjadi Penghalang: Tantangan Peneliti Non-Inggris dalam Dunia Jurnal

Next Post

Apakah Jurnal Penelitian Bisa Menjadi Sumber Bias Ilmiah?

Next Post
Apakah Jurnal Penelitian Bisa Menjadi Sumber Bias Ilmiah?

Apakah Jurnal Penelitian Bisa Menjadi Sumber Bias Ilmiah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Silent Rejection dan Silent Acceptance: Fenomena Etis dalam Sistem OJS
  • Pengaruh Penggunaan Domain Akademik (.ac.id, .edu) terhadap Kepercayaan Penulis
  • Kesalahan Penamaan File dan Dampaknya terhadap Keputusan Awal Editor
  • Panduan Mendapatkan Referensi Jurnal Ilmiah Gratis dan Legal
  • Perbedaan Fungsi dan Peran e-ISSN dan p-ISSN dalam Identitas Jurnal Ilmiah

Komentar Terbaru

    LOGO-UMSU-2020 (2) Rev

    Kampus Utama

    Jl. Kapt. Mukhtar Basri No. 3 Medan, 20238
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telepon: 061-6619056, 061-6622400 Ext. 106 & 108
    Fax : 061- 6625474

    Kampus Kedokteran

    Jl. Gedung Arca No. 53 Medan 20217
    Sumatera Utara, Indonesia
    Telp. 061-7350163, 7333162
    Fax.061-7363488

    Kampus Pascasarjana

    Jl. Denai No. 217, Medan, Sumatera Utara
    Telp : 061-88811104

    © 2020 UMSU - Unggul Cerdas Terpercaya

    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Blog
    • Contact
    • Profil
    • Struktur Pengelola
    • Visi dan Misi

    © 2024 UPT Jurnal - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara UMSU.